6 Job Desk Digital Marketing Fundamental yang Harus Dipahami Digital Marketer

Digital Marketer adalah profesi yang bertugas menjalankan fungsi-fungsi pemasaran melalui media digital. Seorang digital marketer tidak hanya bertugas memasarkan produk, tetapi juga bertugas membangun branding produk yang tepat dan menjaga engagement dengan para konsumen.

Sebelum masuk ke intinya, ada baiknya dipahami dulu apa itu digital marketing. Digital marketing adalah upaya mempromosikan sebuah produk atau jasa melalui platform digital dengan target dan segmen yang jelas. Mungkin diantara Anda ada yang bertanya, “apa itu target dan segmen yang jelas?”

Sederhananya, target berkaitan dengan demografi, seperti: rentang usia, lokasi, jenis kelamin, dan status hubungan. Sedangkan segmen meliputi hal-hal yang berkaitan dengan psikografi. Mulai dari minat, perilaku, dan kegiatan. Dengan target dan segmen yang tepat, maka campaign digital marketing akan efektif dan efisien.

Artikel ini membahas 6 job desk digital marketing fundamental. Yakni, job desk mendasar yang harus mampu dilakukan oleh seorang digital marketer.

6 Job Desk Digital Marketing Fundamental

1. Content Marketing

Tak bisa dipungkiri bahwa nyawa digital marketing adalah konten. Sebab, kalau tidak ada konten, maka tidak ada yang bisa dipromosikan, bukan? Konten itu sendiri dapat berupa artikel, pesan suara (audio), atau berupa video (audio visual).

Oleh karena itu, seorang digital marketer harus mampu membuat konten yang sekiranya dapat memikat target pasar dan mengonversi mereka menjadi pembeli. Sehingga dalam melakukan content marketing fokusnya adalah segala hal tentang konsumen.

Setidaknya, content marketing akan menghadirkan 3 hal:

Berikut adalah penjelasannya:

  • Traffic adalah orang-orang yang berkunjung ke kanal bisnis Anda.
  • Leads merupakan orang-orang yang menaruh minat pada konten yang disajikan. Biasanya orang-orang ini akan memberi data diri seperti nama dan email agar tidak ketinggalan update konten berikutnya.
  • Engagement adalah tingkat interaksi terhadap konten yang disajikan. Seberapa relevankah konten yang disajikan dengan para konsumen? Dapat diukur dari jumlah komentar, like dan share.

2. Search Engine Optimization (SEO)

Sebetulnya, content marketing yang dibahas di atas adalah nyawa dari SEO. Keduanya berkelindan satu sama lain dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Setelah mampu membuat konten yang mampu memikat konsumen, tugas seorang digital marketer adalah mendistribusikan konten tersebut menggunakan kaidah optimasi mesin pencari sehingga dapat menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya.

Sebagaimana Anda tahu, konten yang ramah SEO akan mendatangkan banyak traffic. Dan traffic = $$.

3. Social Media Marketing

Berbica tentang marketing tidak selalu berbicara tentang mesin pencari. Social media juga memiliki pengaruh yang siginifikan dalam memasarkan produk. Era social media saat ini telah menghadirkan kebutuhan baru akan informasi dari sumber yang dekat dan dipercaya. Konsumen lebih mempercayai rekomendasi temannya mengenai suatu produk daripada informasi yang muncul di halaman pertama google, terlebih dari situs situs yang namanya tidak “akrab” di telinga konsumen.

Inilah mengapa penting bagi seorang digital marketer mengoptimalkan social media dalam upaya marketing. Untuk menjangkau target yang lebih luas, seorang digital marketer juga bisa melakukan iklan.

Seperti membuat iklan di facebook dapat menggunakan facebook ads manager, dan di Instagram dapat menggunakan Instagram ads. Dan yang penting untuk dipahami adalah mengarahkan iklan-iklan yang dibuat tersebut ke website untuk mendapat lebih banyak traffic.

Apakah bisnis Anda sudah mempunyai website? Dapatkan penawaran special di halaman promo kami : Promo Bulan Ini.

4. Email Marketing

Sampai saat ini, email marketing masih menjadi media promosi yang efektif dalam mengonversi leads menjadi buyer atau pembeli. Menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey and Company, email marketing 40% lebih efektif daripada facebook dan twitter sebagai media promosi.

Melalui email marketing, Anda dapat masuk ke ranah personal konsumen dalam mempromosikan produk. Anda dapat menuliskan nama konsumen sebagai sapaan. Ini akan menimbulkan kesan diistimewakan bagi konsumen.

5. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah strategi pemasaran dimana pemilik bisnis bermitra dengan orang lain dengan sistem komisi. Itu berarti, orang tersebut akan mendapatkan bayaran apabila berhasil menjual produk Anda dengan kode atau link tertentu.

Di era social media, kekuatan influencers dalam menggerakkan followers-nya tidak dapat dipandang sebelah mata. Banyak orang yang tadinya ragu akan suatu produk menjadi yakin dan akhirnya membeli karena terpengaruh oleh public figure tertentu. Oleh karena itu, affiliate marketing adalah strategi yang perlu untuk dilakukan.

6. Search Engine Marketing (SEM)

Search Engine Marketing (SEM) sederhananya adalah melakukan kampanye iklan di mesin pencarian google. Dengan SEM, website bisnis Anda akan otomatis berada di peringkat paling atas halaman pencarian. Tujuannya tentu saja untuk lebih banyak mendapatkan traffic dan mengkonversinya menjadi pembeli.

Metode yang bisa Anda gunakan adalah pay-per-click (PPC). Suatu metode dimana Anda hanya perlu membayar setiap iklan Anda di-klik oleh target audiens.

Itulah 6 job desk fundamental yang harus dipahami oleh seorang digital marketer. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda siap menjadi seorang digital marketer?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

2 thoughts on “6 Job Desk Digital Marketing Fundamental yang Harus Dipahami Digital Marketer”

  1. Pingback: Apa Itu Jasa Digital Marketing? - IDS | International Design School

  2. Pingback: Job Desk Digital Marketing - IDS | International Design School

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *